Parenting Nabawiyah

Written by Media Aqiqah on . Posted in Artikel Aqiqah


Dari Abdullah Ibnu Umar RadhiyAllahu anhuma dia berkata : ” Apabila ada seseorang yang bermimpi pada masa Rasululah, maka ia pun akan menceritakan mimpi itu kepada Rasulullah, hingga saya juga ingin sekali bermimpi dan menceritakan kepada beliau.

Ketika remaja, pada masa Rasulullah, saya pernah tertidur di Masjid. Dalam tidur saya bermimpi bahwa ada dua malaikat yang menangkap saya dan membawa saya ke Neraka yang tepinya berdinding seperti sumur dengan dua tali seperti tali sumur. ternyata di dalam sumur tersebut ada beberapa orang yang saya kenal dan segera saya ucapkan: ‘Aku berlindung dari siksa Neraka. ‘Tak lama kemudian, kedua malaikat tersebut di temui oleh satu malaikat lain dan ia berkata kepada saya: ‘Kamu akan aman.’ Lalu sayaceritakan mimpi saya itu kepada Hafshah radhiyAllahu  ‘anha dan Hafshah menceritakan kepada Rasulullah. kemudia Rasulullah bersabda: ‘Sebaik-baik orang adalah Abdullah bin Umar RadhiyAllahu ‘anhuma, jika ia berkenan melaksanakan shalat di sebagian malam,’

Salim radhiyAllahu ‘anhu berkata; Setelah itu Abdullah bin Umar rasdhiyAllahu ‘anhuma tidak pernah tidur dimalah hari kecuali sebentar.'(MUSLIM-4528)

Hadits ini dijelaskan dari Al Qurtubi sebagai berikut : “Rasululloh menafsirkan mimpi Abdullah dari sisi baiknya. Dimana dia dibawa ke Neraka tetapi diselamatkan darinya dan dikatakan kepadanya: Tidak usah takut. Hal ini dikarenakan kesholehannya, tetapi dia belum melakukan sholat malam, Maka diberikan peringatan kepada Abdullah bahwa Qiyamullail akan melindungi seseorang dari terjatuh ke dalam api Neraka dan mendekat ke Neraka. Karenanya, dia tidak meninggalkan Qiyamullail setelah itu ( Fathul Bari, Ibnu hajar Atsqalani, 3/7, MS)

Parenting Nabawiyah mencoba membangun tips dari hadits diatas. Ada banyak pelajaran dari hadits tersebut.tetapi kita lihat satu saja; yaitu bagaimana cara Rasulullah menanamkan sebuah Qiyamullail bagi seorang anak remaja:

a. Memanfaatkat momentum dalam hati yang ditunggu-tunggu untuk menjadi pintu masuk pembahasan

b. Menggunakan bahasa positif, memotivasi tapi bersyarat dengan target amal tersebut

c. Orang yang meyampaikan haruslah orang yang dikagumi. bisa jadi, orang itu orang lain bukan orang tuanya sendiri.

d. Menghidupkan hati dan akal anak dengan kebaikan, sehingga mempunyai kekuatan menangkap penjelasan dan logika.

Terbukti hasil dari tips Nabi tersebut, Abdullah bin Umar begitu terdorong untuk melakukannya dan konsisten menjaganya.

Kisah ini bisa juga dijadikan analogi bagi para orang tua yang menginginkan anaknya melakukan sebuah aktifitas mulia tapi terasa berat. Apa saja.

Begitulah, cara Parenting Nabawiyah bekerja.

Sumber :

Buku : Inspirasi Dari Rumah Cahaya, hal xiv-xvi (Budi Ashari,Lc)

Tags: , , , , , , ,

Trackback from your site.

Media Aqiqah

Media Aqiqah adalah Penjual dan penyediakan Jasa Pemotongan Hewan Aqiqah dan Memasaknya . Berpengalaman sejak 2007. http://www.aqiqah.co Hubungi Telp : 021-33999177 / 085310119400 atau Pin BB 2932E355

Leave a comment