Author Archive

Media Aqiqah

Media Aqiqah adalah Penjual dan penyediakan Jasa Pemotongan Hewan Aqiqah dan Memasaknya . Berpengalaman sejak 2007. http://www.aqiqah.co Hubungi Telp : 021-33999177 / 085310119400 atau Pin BB 2932E355

Tata Cara Aqiqah Menurut Islam

Written by Media Aqiqah on . Posted in Artikel Aqiqah

Pengertian Aqiqah

Menurut Bahasa Aqiqah artinya: memotong. asalnya dinamakan Aqiqah, karena dipotongnya dileher binatang dengan penyembelihan itu. ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih, dinamakan demikian karena lehernya dipotong ada pula yang mengatakan bahwa aqiqah itu asalnya ialah : rambut yang terdapat pada kepala si bayi ketika dia keluar dari rahim ibunya, rambut ini disebut aqiqah, karena ia mesti dicukur. aqiqah adalah penyembelihan domba atau kambing untuk bayi yang dilahirkan pada hari ke tujuh, empat belas, atau dua puluh satu, jumlahnya 2 ekor untuk bayi laki-laki dan satu ekor untuk bayi perempuan.

Dalil Pelaksanaannya

Dari Samurah bun Jundap dia berkata, Rasululloh bersabda : ” semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (HR. Abu Dawud,  Tirmizi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad)

Dari Aisyah dia berkata, Rasululloh bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”(HR. Ahmad, Tirmizi,Ibnu Majah)

Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan Aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur kepalanya dan diberi nama”(HR. Ahmad)

Dari Salman bin Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”(HR. Bukhori)

Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasululloh bersabda : “Barang siapa diantara kalian yang ingin menyembelih kambing karena kelahiran bayi  maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”(HR. Abu dawud, Nasa’i, Ahmad).

Dari Aisyah RA, ia berkata,” Rasululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  pernah beraqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ketujuh dari kelahirannya, beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkahkotoran dari kepalanya(dicukur)”. (HR. Hakim dalam Al-Mustadrak Juz 4, hal.264)

Keterangan : Hasan dan Husein adalah cucu Rasululloh Shallahu Alaihi Wassalam

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasululloh bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.”(HR.Ahmad, Thabrani, dan Al-Baihaqi )

Dari Abu Buraidah r.a: Aqiqah itu disembelih pada hari krtujuh, atau keempatbelas, atau kedua puluh satunya. (HR. Baihaqi dan Thabrani).

Hukum Aqiqah anak adalah sunnah (Muakad) sesuai pendapat Imam Malik, penduduk Madinah,Imam Syafi’i dan sahabat-sahabatnya,Imam Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur dan Kebanyakan ulama ahli fiqih(Fuqoha).

Dasar yang dipakai oleh  kalangan Syafi’i dan hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadits Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam yang berbunyi,”Anak tergadai dengan aqiqahnya. disembelihkan untuknya pada hari ketujuh dari kelahirannya”. (HR. At-Tirmizi, Hasan Shahih)

“Bersama anak laki-laki ada aqiqah,maka tumpahkan penebus darinya darah sembelihan dan bersihkan darinya kotoran (maksudnya cukur rambutnya).”(HR. Ahmad,Al Bukhari dan Ashabus Sunan) Perkataan :”maka tumpahkan (penebus)darinya darah sembelihan adalah perintah,namun bukan bersifat wajib,karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barang siapa diantara kalian yang ingin menyembelihkan bagi anaknya,maka silahkan dilakukan.”(HR. Ahmad,Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad Hasan). perkataan : “ingin menyembelihkan…” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang ada dasarnya wajib menjadin sunnah.

Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (Sembelihan denda larangan haji) dan udhiyah(qurban), tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang picak,kurus,patahtulang dan sakit.Imam Asy-Syafi’i berkata:Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini caca- yang tidak diperbolehkan dalam Qurban.Buraidah berkata: Dahulu kami pada masa jahiliyah apabila salah seorang diantara kami mempunyai anak,ia menyembelih hewan kaming dan melumuri kepalanya dengan darah kambing itu. maka setelah Allah Subhanahu Wata’ala mendatangkan Islam,kami menyembelih kambing,mencukur kepala si Bayi dan melimurinya dengan minyak wangi.( HR.Abu dawud Juz 3, hal 107)

Dari Aisyah,ia berkata” Dahulu orang-orang pada masa jahiliyah apabila mereka ber’aqiqah untuk seorang bayi,mereka melumuri kapas dengan darah ‘Aqiqah’, lalu ketika mencukur rambut si bayi mereka melumurkan pada kepalanya”. Maka Nabi Shallalahu Alaihi Wassalam bersabda, :Gantilah darah itu dengan minyak wangi.(HR. Ibnu Hibban dengan Tartib Ibnu Balban Juz 12,hal 124)

Pelaksanaan Aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran, hal ini berdasarkan hadits Samirah dimana Nabi Shallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama”. (HR.Al-Tirmizi). namun demikian,apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh,ia bisa dilaksanakan pada hari ke Empat belas,dan jika tidak bisa pada hari ke Dua puluh satu atau kapan saja ia mampu. Imam Malik Berkata: Pada Dzohirnya bahwa kererikatannya pada hari ke tujuh atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke empat ke delapan,ke sepuluh atau setelahnya aqiqah itu telah cukup.karena prinsip ajaran islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wata’ala: “Alloh menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”.(QS. Al-baqarah 185). pelaksanaan aqiqah disunahkan pada hari ketujuh dari kelahirannya, ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Sahallahu Alaihi Wassalam, yang artinya:”Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, dan ia dicukur,dan diberi nama.”(HR. Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan,dan dishahihkan oleh At-Tirmizi) dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh, maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas, dan bila tidak bisa,maka pada hari ke dua puluh satu,ini berdasarkan hadits Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya Nabi Shallaallahu Alaihi Wa Sallam, beliau berkata yang artinya: “Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke empat belas dan ke duapuluh satu”. (Hadits hasan riwayat Al Baihaqiy)

namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja pelaksanaannya disaat sudah mampu,karena pelaksanaan pada hari-hari ketujuh, ke empat belas dan ke dua puluh satu sifatnya sunnah dan paling utama bukan wajib. dan boleh juga pelaksanaan aqiqah sebelum hari ketujuh. bayi yang meninggal dunia sebelum hari ke tujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya,bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya. Aqiqah adalah syariat yang ditekankan kepada ayah sibayi. namun bila seseorang yang belum disembelihkan hewan aqiqah oleh orang tuanya hingga ia besar, maka ia bisa menyembelih aqiqah untuk dirinya sendiri, Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut saya, Wallahu ‘Alam.

 

Hukum Aqiqah setelah Dewasa

Pada dasarnya aqiqah disyaratkan untuk dilaksanakan pada hari  ke tujuh dari kelahiran.jika tidak bisa, maka pada hari ke empat belas, dan jika tidak bisa pula pada hari ke dua puluh satu. selain itu pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah. namun demikian,jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi,ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. satu ketika Al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad,”ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?”Imam Ahmad Menjawab,”Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. aku tidak menganggapnya makruh”. Para pengikut Imam Syafi’i Juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri.

Jumlah Hewan

Jumlah hewan aqiqah minimal adalah satu ekor baik laki-laki atau pun perempuan sebagaimana perkataan Ibnu Abbas ra:” Sesungguhnya Nabi SAW mengaqiqahi Hasan dan Husain satu domba satu domba.”(Hadits Shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Al jarud) namun yang lebih utama adalah 2 ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan berdasarkan hadits-hadits berikut ini:

Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata, yang artinya: ” Nabi SAW memerintahkan agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba dan dari anak perempuan satu ekor”(Hadits Sanadnya Shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus sunan)

Dari Aisyah ra berkata, yang artinya:”Nabi SAW memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.” (Shahih Riwayat At Tirmizi)

Hal-hal yang disyariatkan dengan aqiqah

yang berhubungan dengan anak:

  1. Disunahkan untuk memberi nama dan mencukur rambut(Menggundul) pada hari ke tujuh dari hari lahirnya.misalnya lahir pada hari Ahad maka aqiqahnya jatuh pada hari sabtu.
  2. Bagi anak laki-laki disunahkan aqiqah dengan dua ekor kambing atau domba dan bagi anak perempuan satu ekor
  3. Aqiqah dibebankan kepada orang tua Si anak, tetapi boleh juga dilakukan oleh keluarga yang lain( misalnya : kakek dsb)
  4. Aqiqah hukumnya sunnah

Daging Aqiqah lebih baik Mentah atau matang

Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak.Hadits Aisyah ra. “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ke tujuh”.  (HR. Al Bayhaqi), daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. apalagi jika hal itu dimaksudkan agar menarik simpatik dan dalam rangka dakwah. dalilnya adalah firman Alloh,”Mereka memberi makan fakir miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. (QS. Al Insan : 8). Menurut Ibnu Qudamah,tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir.namun demikian,keluarga juga boleh memakan sebagiannya.

Yang berhubungan dengan binatang sembelihan 

  1. Dalam masalah aqiqah, binatang yang boleh digunakan sebagai sembelihan hanyalah kambing,tanpa memandang jantan atau betina, sebagaimana riwayat dibawah ini: Dari Ummu Kurz Al-Kabiyah,bahwasanya ia pernah bertanya kepada Rasululloh SAW tentang aqiqah. Maka beliau bersabda: “Ya, untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.Tidak menyusahkanmu baik kambing itu jantan maupun betina”. (HR.Ahmad dan Tirmizi, dan Tirmizi menshahihkannya, dalam Nailul Authar 5 : 149) Dan kami belum mendapatkan dalil yang lain yang menunjukan adanya binatang selain kambing atau domba yang dipergunakan sebagai aqiqah.
  2. Waktu yang dituntunkan oleh Nabi SAW berdasarkan dalil yang shahih ialah pada hari ke tujuh semenjak kelahirannya(Lihat Dalil Riwayat Aisyah dan Samurah diatas)

Pembagian daging Aqiqah

adapun dagingnya maka dia (orang tua anak) bisa memakannya,menghadiahkan sebagian dagingnya dan mensedeahkan sebagian lagi. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap makanan daging aqiqah yang sudah matang. Syaikh Jibrin berkata : Sunnahnya dia memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya,dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin, dan boleh mengundang teman-teman dan kerabat untuk menyantapnya atau boleh juga disedekahkan semuanya. Syaikh Ibnu Bazz berkata: dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas diundang dari kalangan kerabat,tetangga, teman-teman seiman dan sebagian orang faqir untuk menyantapnya,dan hal serupa dikatakan oleh ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al Lajnah Ad Daimah.

Pemberian Nama Anak

Tidak  diragukan lagi bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama dengan yang diberi nama.hal tersebut ditunjukan dengan adanya sejumlah nash syari yang menyatakan hal tersebut.

Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: “Kemudian Aslam semoga Alloh menyelamatkannya dan Ghifar semoga Alloh mengampuninya”. (HR.Bukhori 3323,3324 dan Muslim 617).

Ibnu Al Qoyyim Berkata: “Barang Siapa yang memperhatikan sunnah, ia akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama tersebut diambil dari makna-maknanya”. Dan jika anda ingin mengetahui pengaruh nama-nama terhadap yang diberi nama(AlMusamma) maka perhatikanlah hadits dibawah ini :

Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang kepada Nabi SAW, beliaupun bertanya: “Siapa namamu?”Aku menjawab:”Hazin”  Nabi berkata:”Namamu Sahl” Hazn Berkata:”Aku tidak akan merubah nama pemberian bapakku” Ibnu Al-Musayyib berkata: “Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya”. (HR.Bukhori) (At-Thiflu wa Ahkamuhu/Ahmad Al-Isawiy hal 65) oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. diantara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi penghulu jama yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau : Dari Jabir Ra Nabi SAW bersabda: “Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku” (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133).

Mencukur Rambut

Mencukur rambut adalah Anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak baru lahir pada hari ke tujuh. dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasululloh SAW. bersabda ” Setiap anak terikat dengan aqiqahnya, pada hari ke tujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur”.(HR. At-Tirmizi).

Dalam Kitab Al-Muwaththa Imam malik Meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husain lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut. tidak ada ketentuan apakah harus gundul atau tidak, tetapi yang jelas  pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata,tidak boleh mencukur hanya sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan.tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang in syaa Alloh semakin besar pula pahala sedekahnya.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Bismillah, Allahuma Taqobbal Min Muhammadin, Wa Aali Muhammadin, Wa Min Ummati Muhammadin.

Artinya : “Dengan nama Alloh, Ya Alloh terimalah (Qurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari  Ummat Muhammad”(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud)

Doa Bayi baru dilahirkan

“Inni U’iidzuka bikalimaatit taamati min kulli syaithaanin wa haamatin wamin kulli aynin laammatin”

Artinya : Aku Berlindung untuk anak ini dengan kalimat Alloh Yang sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhori)

Hikmah Aqiqah

Aqiqah menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fii Islam sebagaimana diataranya memiliki beberapa hikmah :

  1. Menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW dalam meneladani Nabiyullah Ibrahim AS tatkala Allah SWT menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail AS.
  2. Dalam Aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu dan ini sesuai dengan makna hadits, yang artinya : “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya”.sehingga Anak yang telah diaqiqahkan in syaa Alloh lebih terlindung dari gangguan syaitan yang sering mengganggu anak-anak. hal inilah yang dimaksud oleh Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah ” Bahwa lepasnya dia dari syaitan tergadai oleh aqiqahnya”.
  3. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan:”Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya(dengan Aqiqahnya)”
  4. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Alloh Subhanahu wa ta’alla sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugrahkan Allah Subhanahu Wa ta’alaa dengan lahirnya sang anak.
  5. Aqiqah sebagai sarana menampakan rasa gembira dalam melaksanakan syariat islam dan bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasululloh SAW pada hari kiamat.
  6. Aqiqah memperkuat ukhuwah (Persaudaraan) diantara masyarakat dan masih banyak lagi hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan Syariat Aqiqah ini.

Sumber Rujukan

* Subulussalam (4/189, 4/190, 4/194)

* Al Asilah Wal Ajwibah Al Fiqhiyyah (3/33-35, 3/39-40)

* Mukhtashar Al Fiqhil Islamiyy 600

* Tuhfatul Wadud Fi Ahkamil Maulud, Ibnu Al Qayyim 46-47

* Al Muntaqaa 5/195-196

* Mulakhkhash Al Fiqhil Islamiy 1/318

* Fatawa Islamiyyah 2/324-327; Irwaul Ghalil (4/389, 4/405)

* Minhajul Muslim, Abu Bakar Al Jazairiy 437

 

 

Kami Media Aqiqah melayani beberapa kelurahan dari kecamatan Tangerang  diantaranya:

1. Kecamatan Batuceper
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Batuceper di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Batu Jaya (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Batu Sari (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Batu Ceper (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Kebon Besar (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Poris Gaga (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Poris Gaga Baru (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Poris Jaya (Kodepos : 15122)

2. Kecamatan Benda
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Benda di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Belendung (Kodepos : 15123)
– Kelurahan/Desa Jurumudi (Kodepos : 15124)
– Kelurahan/Desa Jurumudi Baru (Kodepos : 15124)
– Kelurahan/Desa Benda (Kodepos : 15125)
– Kelurahan/Desa Pajang (Kodepos : 15126)

3. Kecamatan Cibodas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cibodas di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Jatiuwung (Kodepos : 15134)
– Kelurahan/Desa Cibodas (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Cibodas Baru (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Cibodas Sari (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Uwung Jaya (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Panunggangan Barat (Kodepos : 15139)

4. Kecamatan Ciledug
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ciledug di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Sudimara Barat (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Sudimara Jaya (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Sudimara Selatan (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Sudimara Timur (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Tajur (Kodepos : 15152)
– Kelurahan/Desa Paninggilan (Kodepos : 15153)
– Kelurahan/Desa Paninggilan Utara (Kodepos : 15153)
– Kelurahan/Desa Parung Serab (Kodepos : 15153)

5. Kecamatan Cipondoh
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cipondoh di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Poris Plawad (Kodepos : 15141)
– Kelurahan/Desa Poris Plawad Indah (Kodepos : 15141)
– Kelurahan/Desa Poris Plawad Utara (Kodepos : 15141)
– Kelurahan/Desa Gondrong (Kodepos : 15146)
– Kelurahan/Desa Kenanga (Kodepos : 15146)
– Kelurahan/Desa Ketapang (Kodepos : 15147)
– Kelurahan/Desa Petir (Kodepos : 15147)
– Kelurahan/Desa Cipondoh (Kodepos : 15148)
– Kelurahan/Desa Cipondoh Indah (Kodepos : 15148)
– Kelurahan/Desa Cipondoh Makmur (Kodepos : 15148)

6. Kecamatan Jatiuwung
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jatiuwung di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Alam Jaya (Kodepos : 15133)
– Kelurahan/Desa Keroncong (Kodepos : 15134)
– Kelurahan/Desa Pasir Jaya (Kodepos : 15135)
– Kelurahan/Desa Jatake (Kodepos : 15136)
– Kelurahan/Desa Manis Jaya (Kodepos : 15136)
– Kelurahan/Desa Gandasari (Kodepos : 15137)

7. Kecamatan Karang Tengah
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karang Tengah di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Karang Mulya (Kodepos : 15157)
– Kelurahan/Desa Karang Tengah (Kodepos : 15157)
– Kelurahan/Desa Karang Timur (Kodepos : 15157)
– Kelurahan/Desa Pondok Pucung (Kodepos : 15158)
– Kelurahan/Desa Padurenan (Pedurenan) (Kodepos : 15159)
– Kelurahan/Desa Parung Jaya (Kodepos : 15159)
– Kelurahan/Desa Pondok Bahar (Kodepos : 15159)

8. Kecamatan Karawaci
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karawaci di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Koang Jaya (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Nambo Jaya (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Pabuaran Tumpeng (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Pasar Baru (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Bugel (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Gerendeng (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Marga Sari (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Suka Jadi (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Cimone (Kodepos : 15114)
– Kelurahan/Desa Pabuaran (Kodepos : 15114)
– Kelurahan/Desa Sumur Pancing (Pacing) (Kodepos : 15114)
– Kelurahan/Desa Bojong Jaya (Kodepos : 15115)
– Kelurahan/Desa Karawaci (Kodepos : 15115)
– Kelurahan/Desa Cimone Jaya (Kodepos : 15116)
– Kelurahan/Desa Karawaci Baru (Kodepos : 15116)
– Kelurahan/Desa Nusa Jaya (Kodepos : 15116)

9. Kecamatan Larangan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Larangan di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Gaga (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Larangan Indah (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Larangan Selatan (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Larangan Utara (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Cipadu (Kodepos : 15155)
– Kelurahan/Desa Cipadu Jaya (Kodepos : 15155)
– Kelurahan/Desa Kreo (Kodepos : 15156)
– Kelurahan/Desa Kreo Selatan (Kodepos : 15156)

10. Kecamatan Neglasari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Neglasari di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Karang Anyar (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Karang Sari (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Selapajang Jaya (Kodepos : 15127)
– Kelurahan/Desa Kedaung Baru (Kodepos : 15128)
– Kelurahan/Desa Kedaung Wetan (Kodepos : 15128)
– Kelurahan/Desa Mekar Sari (Kodepos : 15129)
– Kelurahan/Desa Neglasari (Kodepos : 15129)

11. Kecamatan Periuk
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Periuk di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Periuk (Kodepos : 15131)
– Kelurahan/Desa Periuk Jaya (Kodepos : 15131)
– Kelurahan/Desa Gebang Raya (Kodepos : 15132)
– Kelurahan/Desa Sangiang Jaya (Kodepos : 15132)
– Kelurahan/Desa Gembor (Kodepos : 15133)

12. Kecamatan Pinang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pinang / Penang di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Cipete (Kodepos : 15142)
– Kelurahan/Desa Pakojan (Kodepos : 15142)
– Kelurahan/Desa Panunggangan (Kodepos : 15143)
– Kelurahan/Desa Panunggangan Timur (Kodepos : 15143)
– Kelurahan/Desa Panunggangan Utara (Kodepos : 15143)
– Kelurahan/Desa Kunciran (Kodepos : 15144)
– Kelurahan/Desa Kunciran Indah (Kodepos : 15144)
– Kelurahan/Desa Kunciran Jaya (Kodepos : 15144)
– Kelurahan/Desa Nerogtog (Kodepos : 15145)
– Kelurahan/Desa Pinang (Kodepos : 15145)
– Kelurahan/Desa Sudimara Pinang (Kodepos : 15145)

13. Kecamatan Tangerang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tangerang di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Suka Asih (Kodepos : 15111)
– Kelurahan/Desa Sukarasa (Kodepos : 15111)
– Kelurahan/Desa Cikokol (Kodepos : 15117)
– Kelurahan/Desa Kelapa Indah (Kodepos : 15117)
– Kelurahan/Desa Babakan (Kodepos : 15118)
– Kelurahan/Desa Sukasari (Kodepos : 15118)
– Kelurahan/Desa Buaran Indah (Kodepos : 15119)
– Kelurahan/Desa Tanah Tinggi (Kodepos : 15119)
– Kelurahan/Desa Parung Serab (Kodepos : 15153)

Aqiqah Anak

Written by Media Aqiqah on . Posted in Artikel Aqiqah

Seorang anak yang terlahir kedunia ini tergadaikan dengan aqiqahnya. Diriwayatkan dari Samurah  bahwa Rasulullah  bersabda

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya ia disembelih pada hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama.” (HR. Tirmidzi Juz 4 : 1522, Abu Dawud : 2837, Ibnu Majah : 3165)

Atha dan Imam Ahmad berpendapat bahwa maksud tergadai ialah terhalang untuk memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya, jika ia meninggal diwaktu masih kecil, namum belum diaqiqahi. Aqiqah juga disyariatkan pada umat-umat terdahulu.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, sesungguhnya Nabi  bersabda; ْ “Sesungguhnya orang-orang yahudi meng‟aqiqahi anak-anak laki-laki tetapi tidak meng‟aqiqahi anak-anak perempuan. „Aqiqahilah anak lakilaki 2(dua) ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing.” (HR. Baihaqi Juz 9 : 19)

 

Keuntungan yang akan anda peroleh bila memakai Media Aqiqah  (Jasa Kambing Aqiqah Tangerang):

  1. GRATIS potong dan bungkusin
  2. GRATIS Risalah Aqiqah Tangerang 50 eksemplar/ekor
  3. kambing potong sehat, baik/sesuai syariah
  4. Menu sesuai keinginan anda (sate, gule. sop, tongseng)
  5. Siap menyalurkan ke Panti Asuhan dan Yayasan atau Masjid yang membutuhkan
  6. Pembayaran setelah barang sampai / transfer.

Kami melayani beberapa kelurahan dari kecamatan Ciledug diantaranya:

1. Kecamatan Batuceper
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Batuceper di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Batu Jaya (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Batu Sari (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Batu Ceper (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Kebon Besar (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Poris Gaga (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Poris Gaga Baru (Kodepos : 15122)
– Kelurahan/Desa Poris Jaya (Kodepos : 15122)

2. Kecamatan Benda
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Benda di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Belendung (Kodepos : 15123)
– Kelurahan/Desa Jurumudi (Kodepos : 15124)
– Kelurahan/Desa Jurumudi Baru (Kodepos : 15124)
– Kelurahan/Desa Benda (Kodepos : 15125)
– Kelurahan/Desa Pajang (Kodepos : 15126)

3. Kecamatan Cibodas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cibodas di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Jatiuwung (Kodepos : 15134)
– Kelurahan/Desa Cibodas (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Cibodas Baru (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Cibodas Sari (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Uwung Jaya (Kodepos : 15138)
– Kelurahan/Desa Panunggangan Barat (Kodepos : 15139)

4. Kecamatan Ciledug
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ciledug di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Sudimara Barat (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Sudimara Jaya (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Sudimara Selatan (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Sudimara Timur (Kodepos : 15151)
– Kelurahan/Desa Tajur (Kodepos : 15152)
– Kelurahan/Desa Paninggilan (Kodepos : 15153)
– Kelurahan/Desa Paninggilan Utara (Kodepos : 15153)
– Kelurahan/Desa Parung Serab (Kodepos : 15153)

5. Kecamatan Cipondoh
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cipondoh di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Poris Plawad (Kodepos : 15141)
– Kelurahan/Desa Poris Plawad Indah (Kodepos : 15141)
– Kelurahan/Desa Poris Plawad Utara (Kodepos : 15141)
– Kelurahan/Desa Gondrong (Kodepos : 15146)
– Kelurahan/Desa Kenanga (Kodepos : 15146)
– Kelurahan/Desa Ketapang (Kodepos : 15147)
– Kelurahan/Desa Petir (Kodepos : 15147)
– Kelurahan/Desa Cipondoh (Kodepos : 15148)
– Kelurahan/Desa Cipondoh Indah (Kodepos : 15148)
– Kelurahan/Desa Cipondoh Makmur (Kodepos : 15148)

6. Kecamatan Jatiuwung
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jatiuwung di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Alam Jaya (Kodepos : 15133)
– Kelurahan/Desa Keroncong (Kodepos : 15134)
– Kelurahan/Desa Pasir Jaya (Kodepos : 15135)
– Kelurahan/Desa Jatake (Kodepos : 15136)
– Kelurahan/Desa Manis Jaya (Kodepos : 15136)
– Kelurahan/Desa Gandasari (Kodepos : 15137)

7. Kecamatan Karang Tengah
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karang Tengah di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Karang Mulya (Kodepos : 15157)
– Kelurahan/Desa Karang Tengah (Kodepos : 15157)
– Kelurahan/Desa Karang Timur (Kodepos : 15157)
– Kelurahan/Desa Pondok Pucung (Kodepos : 15158)
– Kelurahan/Desa Padurenan (Pedurenan) (Kodepos : 15159)
– Kelurahan/Desa Parung Jaya (Kodepos : 15159)
– Kelurahan/Desa Pondok Bahar (Kodepos : 15159)

8. Kecamatan Karawaci
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Karawaci di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Koang Jaya (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Nambo Jaya (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Pabuaran Tumpeng (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Pasar Baru (Kodepos : 15112)
– Kelurahan/Desa Bugel (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Gerendeng (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Marga Sari (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Suka Jadi (Kodepos : 15113)
– Kelurahan/Desa Cimone (Kodepos : 15114)
– Kelurahan/Desa Pabuaran (Kodepos : 15114)
– Kelurahan/Desa Sumur Pancing (Pacing) (Kodepos : 15114)
– Kelurahan/Desa Bojong Jaya (Kodepos : 15115)
– Kelurahan/Desa Karawaci (Kodepos : 15115)
– Kelurahan/Desa Cimone Jaya (Kodepos : 15116)
– Kelurahan/Desa Karawaci Baru (Kodepos : 15116)
– Kelurahan/Desa Nusa Jaya (Kodepos : 15116)

9. Kecamatan Larangan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Larangan di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Gaga (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Larangan Indah (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Larangan Selatan (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Larangan Utara (Kodepos : 15154)
– Kelurahan/Desa Cipadu (Kodepos : 15155)
– Kelurahan/Desa Cipadu Jaya (Kodepos : 15155)
– Kelurahan/Desa Kreo (Kodepos : 15156)
– Kelurahan/Desa Kreo Selatan (Kodepos : 15156)

10. Kecamatan Neglasari
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Neglasari di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Karang Anyar (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Karang Sari (Kodepos : 15121)
– Kelurahan/Desa Selapajang Jaya (Kodepos : 15127)
– Kelurahan/Desa Kedaung Baru (Kodepos : 15128)
– Kelurahan/Desa Kedaung Wetan (Kodepos : 15128)
– Kelurahan/Desa Mekar Sari (Kodepos : 15129)
– Kelurahan/Desa Neglasari (Kodepos : 15129)

11. Kecamatan Periuk
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Periuk di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Periuk (Kodepos : 15131)
– Kelurahan/Desa Periuk Jaya (Kodepos : 15131)
– Kelurahan/Desa Gebang Raya (Kodepos : 15132)
– Kelurahan/Desa Sangiang Jaya (Kodepos : 15132)
– Kelurahan/Desa Gembor (Kodepos : 15133)

12. Kecamatan Pinang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pinang / Penang di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Cipete (Kodepos : 15142)
– Kelurahan/Desa Pakojan (Kodepos : 15142)
– Kelurahan/Desa Panunggangan (Kodepos : 15143)
– Kelurahan/Desa Panunggangan Timur (Kodepos : 15143)
– Kelurahan/Desa Panunggangan Utara (Kodepos : 15143)
– Kelurahan/Desa Kunciran (Kodepos : 15144)
– Kelurahan/Desa Kunciran Indah (Kodepos : 15144)
– Kelurahan/Desa Kunciran Jaya (Kodepos : 15144)
– Kelurahan/Desa Nerogtog (Kodepos : 15145)
– Kelurahan/Desa Pinang (Kodepos : 15145)
– Kelurahan/Desa Sudimara Pinang (Kodepos : 15145)

13. Kecamatan Tangerang
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tangerang di Kota Tangerang, Provinsi Banten :
– Kelurahan/Desa Suka Asih (Kodepos : 15111)
– Kelurahan/Desa Sukarasa (Kodepos : 15111)
– Kelurahan/Desa Cikokol (Kodepos : 15117)
– Kelurahan/Desa Kelapa Indah (Kodepos : 15117)
– Kelurahan/Desa Babakan (Kodepos : 15118)
– Kelurahan/Desa Sukasari (Kodepos : 15118)
– Kelurahan/Desa Buaran Indah (Kodepos : 15119)
– Kelurahan/Desa Tanah Tinggi (Kodepos : 15119)
– Kelurahan/Desa Parung Serab (Kodepos : 15153)

Visi Besar Keluarga Muslim

Written by Media Aqiqah on . Posted in Artikel Aqiqah


Dan Orang orang yang berkata:
“Ya Tuhan kami anugrahkanlah kepada kaministri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyayang hari (Kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al Furqon : 74)

Ayat diatas adalah penjelasan dari Allah tentang salah satu ciri dari hamba-hamba Nya yang mulia. Mereka adalah orang-orang yang senantiasa menyenandungkan doa ini, ” “Ya Tuhan kami anugrahkanlah kepada kaministri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyayang hari (Kami), dan Jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Renungkan doa yang indah ini, ada dua tadabbur dalam doa ini:

1. Ayat mendahulukan kata pasangan, baru kemudian meyebut keturunan

2. Ayat mendahukukan doa: penyenang hati (Kami), baru kemudian bunyi doa: dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertakwa

Sebagaimana diketahui oleh para ahli Al quran, bahwa tidak ada yang kebetulan dalam segala hal di Al Quran. Di antaranya; urutan atau peletakan sesuatu sebelum sesuatu, seperti poin di atas. Karena Al Quran adalah Mu’jizat.

Mari kita tadaburi doa sehari-hari kita tersebut sebagai bekal bagi Visi keluarga kita.

Sumber

Buku Inspirasi dari Rumah Cahaya :Budi Ashari, Lc

Qoulan Sadiidaa

Written by Media Aqiqah on . Posted in Artikel Aqiqah

Qaulan Sadiidaa untuk Anak Kita

Remaja. Pernah saya menelusur, adakah kata itu dalam peristilahan agama kita?

Ternyata jawabnya tidak. Kita selama ini menggunakan istilah ‘remaja’ untuk menandai suatu masa dalam perkembangan manusia. Di sana terjadi guncangan, pencarian jatidiri, dan peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Terhadap masa-masa itu, orang memberi permakluman atas berbagai perilaku sang remaja. Kata kita, “Wajar lah masih remaja!”

Jika tak berkait dengan taklif agama, mungkin permakluman itu tak jadi perkara. Masalahnya, bukankah ‘aqil dan baligh menandai batas sempurna antara seorang anak yang belum ditulis ‘amal dosanya dengan orang dewasa yang punya tanggungjawab terhadap perintah dan larangan, juga wajib, mubah, dan haram? Batas itu tidak memberi waktu peralihan, apalagi berlama-lama dengan manisnya istilah remaja. Begitu penanda baligh muncul, maka dia bertanggungjawab penuh atas segala perbuatannya; ‘amal shalihnya berpahala, ‘amal salahnya berdosa.

Isma’il ‘alaihissalaam, adalah sebuah gambaran bagi kita tentang sosok generasi pelanjut yang berbakti, shalih, taat kepada Allah dan memenuhi tanggungjawab penuh sebagai seorang yang dewasa sejak balighnya. Masa remaja dalam artian terguncang, mencoba itu-ini mencari jati diri, dan masa peralihan yang perlu banyak permakluman tak pernah dialaminya. Ia teguh, kokoh, dan terbentuk karakternya sejak mula. Mengapa? Agaknya Allah telah bukakan rahasia itu dalam firmanNya:

Dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan teturunan di belakang mereka dalam keadaan lemah yang senantiasa mereka khawatiri. Maka dari itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang lurus benar. (QSnAn Nisaa’ 9)

Ya. Salah satu pinta yang sering diulang Ibrahim dalam doa-doanya adalah mohon agar diberi lisan yang shidiq. Dan lisan shidiq itulah yang agaknya ia pergunakan juga untuk membesarkan putera-puteranya sehingga mereka menjadi anak-anak yang tangguh, kokoh jiwanya, mulia wataknya, dan mampu melakukan hal-hal besar bagi ummat dan agama.

Nah, mari sejenak kita renungkan tiap kata yang keluar dari lisan dan didengar oleh anak-anak kita. Sudahkah ia memenuhi syarat sebagai qaulan sadiidaa, kata-kata yang lurus benar, sebagaimana diamanatkan oleh ayat kesembilan Surat An Nisaa’? Ataukah selama ini dalam membesarkan mereka kita hanya berprinsip “asal tidak menangis”. Padahal baik agama, ilmu jiwa, juga ilmu perilaku menegaskan bahwa menangis itu penting.

Kali ini, izinkan saya secara acak memungut contoh misal pola asuh yang perlu kita tataulang redaksionalnya. Misalnya ketika anak tak mau ditinggal pergi ayah atau ibunya, padahal si orangtua harus menghadiri acara yang tidak memungkinkan untuk mengajak sang putera. Jika kitalah sang orangtua, apa yang kita lakukan untuk membuat rencana keberangkatan kita berhasil tanpa menyakiti dan mengecewakan buah hati kita?

Saya melihat, kebanyakan kita terjebak prinsip “asal tidak menangis” tadi dalam hal ini. Kita menyangka tidak menangis berarti buah hati kita “tidak apa-apa”, “tidak keberatan”, dan “nanti juga lupa.” Betulkah demikian? Agar anak tak menangis saat ditinggal pergi, biasanya anak diselimur, dilenabuaikan oleh pembantu, nenek, atau bibinya dengan diajak melihat –umpamanya- ayam, “Yuk, kita lihat ayam yuk.. Tu ayamnya lagi mau makan tu!” Ya, anak pun tertarik, ikut menonton sang ayam. Lalu diam-diam kita pergi meninggalkannya.

Si kecil memang tidak menangis. Dia diam dan seolah suka-suka saja. Tapi di dalam jiwanya, ia telah menyimpan sebuah pelajaran, “Ooh.. Aku ditipu. Dikhianati. Aku ingin ikut Ibu tapi malah disuruh lihat ayam, agar bisa ditinggal pergi diam-diam. Kalau begitu, menipu dan mengkhianati itu tidak apa-apa. Nanti kalau sudah besar aku yang akan melakukannya!”

Betapa, meskipun dia menangis, alangkah lebih baiknya kita berpamitan baik-baik padanya. Kita bisa mencium keningnya penuh kasih, mendoakan keberkahan di telinganya, dan berjanji akan segera pulang setelah urusan selesai insyaallah. Meski menangis, anak kita akan belajar bahwa kita pamit baik-baik, mendoakannya, tetap menyayanginya, dan akan segera pulang untuknya. Meski menangis, dia telah mendengar qaulan sadiida, dan kelak semoga ini menjadi pilar kekokohan akhlaqnya.

Di waktu lain, anak yang kita sayangi ini terjatuh. Apa yang kita katakan padanya saat jatuhnya? Ada beberapa alternatif. Kita bisa saja mengatakan, “Tuh kan, sudah dibilangin jangan lari-lari! Jatuh bener kan?!” Apa manfaatnya? Membuat kita sebagai orangtua merasa tercuci tangan dari salah dan alpa. Lalu sang anak akan tumbuh sebagai pribadi yang selalu menyalahkan dirinya sepanjang hidupnya.

Atau bisa saja kita katakan, “Aduh, batunya nakal yah! Iih, batunya jahat deh, bikin adek jatuh ya Sayang?” Dan bisa saja anak kita kelak tumbuh sebagai orang yang pandai menyusun alasan kegagalan dengan mempersalahkan pihak lain. Di kelas sepuluh SMA, saat kita tanya, “Mengapa nilai Matematikamu cuma 6 Mas?” Dia tangkas menjawab, “Habis gurunya killer sih Ma. Lagian, kalau ngajar nggak jelas gitu.”

Atau bisa saja kita katakan, “Sini Sayang! Nggak apa-apa! Nggak sakit kok! Duh, anak Mama nggak usah nangis! Nggak apa-apa! Tu, cuma kayak gitu, nggak sakit kan?” Sebenarnya maksudnya mungkin bagus: agar anak jadi tangguh, tidak cengeng. Tapi sadarkah bahwa bisa saja anak kita sebenarnya merasakan sakit yang luar biasa? Dan kata-kata kita, telah membuatnya mengambil pelajaran; jika melihat penderitaan, katakan saja “Ah, cuma kayak gitu! Belum seberapa! Nggak apa-apa!” Celakanya, bagaimana jika kalimat ini kelak dia arahkan pada kita, orangtunya, di saat umur kita sudah uzur dan kita sakit-sakitan? “Nggak apa-apa Bu, cuma kayak gitu. Jangan nangis ah, sudah tua, malu kan?” Akankah kita ‘kutuk’ dia sebagai anak durhaka, padahal dia hanya meneladani kita yang dulu mendurhakainya saat kecil?

Ah.. Qaulan sadiida. Ternyata tak mudah. Seperti saat kita mengatakan untuk menyemangati anak-anak kita, “Anak shalih masuk surga.. Anak nakal masuk neraka..” Betulkah? Ada dalilnya kah? Padahal semua anak jika tertakdir meninggal pasti akan menjadi penghuni surga. Juga kata-kata kita saat tak menyukai keusilan –baca; kreativitas-nya semisal bermain dengan gelas dan piring yang mudah pecah. Kita kadang mengucapkan, “Hayo.. Allah nggak suka lho Nak! Allah nggak suka!”

Sejujurnya, siapa yang tak menyukainya? Allah kah? Atau kita, karena diri ini tak ingin repot saja. Alangkah lancang kita mengatasnamakan Allah! Dan alangkah lancang kita mengenalkan pada anak kita satu sifat yang tak sepantasnya untuk Allah yakni, “Yang Maha Tidak Suka!” Karena dengan kalimat kita itu, dia merasa, Allah ini kok sedikit-sedikit tidak suka, ini nggak boleh, itu nggak benar.

Alangkah agungnya qaulan sadiida. Dengan qaulan sadiida, sedikit perbedaan bisa membuat segalanya jauh lebih cerah. Inilah kisah tentang dua anak penyuka minum susu. Anak yang satu, sering dibangunkan dari tidur malas-malasannya oleh sang ibu dengan kalimat, “Nak, cepat bangun! Nanti kalau bangun Ibu bikinkan susu deh!” Saat si anak bangun dan mengucek matanya, dia berteriak, “Mana susunya!” Dari kejauhan terdengar adukan sendok pada gelas. “Iya. Sabar sebentaar!” Dan sang ibupun tergopoh-gopoh membawakan segelas susu untuk si anak yang cemberut berat.

Sementara ibu dari anak yang satunya lagi mengambil urutan kerja berbeda. Sang ibu mengatakan begini, “Nak, bangun Nak. Di meja belajar sudah Ibu siapkan susu untukmu!” Si anakpun bangun, tersenyum, dan mengucap terimakasih pada sang ibu.

Ibu pertama dan kedua sama capeknya; sama-sama harus membuat susu, sama-sama harus berjuang membangunkan sang putera. Tapi anak yang awal tumbuh sebagai si suka pamrih yang digerakkan dengan janji, dan takkan tergerak oleh hal yang jika dihitung-hitung tak bermanfaat nyata baginya. Anak kedua tumbuh menjadi sosok ikhlas penuh etos. Dia belajar pada ibunya yang tulus; tak suka berjanji, tapi selalu sudah menyediakan segelas susu ketika membangunkannya.

Ya Allah, kami tahu, rumahtangga Islami adalah langkah kedua dan pilar utama dari da’wah yang kami citakan untuk mengubah wajah bumi. Ya Allah maka jangan Kau biarkan kami tertipu oleh kekerdilan jiwa kami, hingga menganggap kecil urusan ini. Ya Allah maka bukakanlah kemudahan bagi kami untuk menata da’wah ini dari pribadi kami, keluarga kami, masyarakat kami, negeri kami, hingga kami menjadi guru semesta sejati.

Ya Allah, karuniakan pada kami lisan yang shidiq, seperti lisan Ibrahim. Karuniakan pada kami anak-anak shalih yang kokoh imannya dan mulia akhlaqnya, seperti Isma’il. Meski kami jauh dari mereka, tapi izinkan kami belajar untuk mengucapkan qaulan sadiida, huruf demi huruf, kata demi kata. Aamiin. Sepenuh cinta.

sumber: salimfillah.com

Parenting Nabawiyah

Written by Media Aqiqah on . Posted in Artikel Aqiqah


Dari Abdullah Ibnu Umar RadhiyAllahu anhuma dia berkata : ” Apabila ada seseorang yang bermimpi pada masa Rasululah, maka ia pun akan menceritakan mimpi itu kepada Rasulullah, hingga saya juga ingin sekali bermimpi dan menceritakan kepada beliau.

Ketika remaja, pada masa Rasulullah, saya pernah tertidur di Masjid. Dalam tidur saya bermimpi bahwa ada dua malaikat yang menangkap saya dan membawa saya ke Neraka yang tepinya berdinding seperti sumur dengan dua tali seperti tali sumur. ternyata di dalam sumur tersebut ada beberapa orang yang saya kenal dan segera saya ucapkan: ‘Aku berlindung dari siksa Neraka. ‘Tak lama kemudian, kedua malaikat tersebut di temui oleh satu malaikat lain dan ia berkata kepada saya: ‘Kamu akan aman.’ Lalu sayaceritakan mimpi saya itu kepada Hafshah radhiyAllahu  ‘anha dan Hafshah menceritakan kepada Rasulullah. kemudia Rasulullah bersabda: ‘Sebaik-baik orang adalah Abdullah bin Umar RadhiyAllahu ‘anhuma, jika ia berkenan melaksanakan shalat di sebagian malam,’

Salim radhiyAllahu ‘anhu berkata; Setelah itu Abdullah bin Umar rasdhiyAllahu ‘anhuma tidak pernah tidur dimalah hari kecuali sebentar.'(MUSLIM-4528)

Hadits ini dijelaskan dari Al Qurtubi sebagai berikut : “Rasululloh menafsirkan mimpi Abdullah dari sisi baiknya. Dimana dia dibawa ke Neraka tetapi diselamatkan darinya dan dikatakan kepadanya: Tidak usah takut. Hal ini dikarenakan kesholehannya, tetapi dia belum melakukan sholat malam, Maka diberikan peringatan kepada Abdullah bahwa Qiyamullail akan melindungi seseorang dari terjatuh ke dalam api Neraka dan mendekat ke Neraka. Karenanya, dia tidak meninggalkan Qiyamullail setelah itu ( Fathul Bari, Ibnu hajar Atsqalani, 3/7, MS)

Parenting Nabawiyah mencoba membangun tips dari hadits diatas. Ada banyak pelajaran dari hadits tersebut.tetapi kita lihat satu saja; yaitu bagaimana cara Rasulullah menanamkan sebuah Qiyamullail bagi seorang anak remaja:

a. Memanfaatkat momentum dalam hati yang ditunggu-tunggu untuk menjadi pintu masuk pembahasan

b. Menggunakan bahasa positif, memotivasi tapi bersyarat dengan target amal tersebut

c. Orang yang meyampaikan haruslah orang yang dikagumi. bisa jadi, orang itu orang lain bukan orang tuanya sendiri.

d. Menghidupkan hati dan akal anak dengan kebaikan, sehingga mempunyai kekuatan menangkap penjelasan dan logika.

Terbukti hasil dari tips Nabi tersebut, Abdullah bin Umar begitu terdorong untuk melakukannya dan konsisten menjaganya.

Kisah ini bisa juga dijadikan analogi bagi para orang tua yang menginginkan anaknya melakukan sebuah aktifitas mulia tapi terasa berat. Apa saja.

Begitulah, cara Parenting Nabawiyah bekerja.

Sumber :

Buku : Inspirasi Dari Rumah Cahaya, hal xiv-xvi (Budi Ashari,Lc)